Rabu, 08 April 2020

Standarisasi Nasional

STANDARISASI NASIONAL

*Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.102 Tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional


Standar adalah spesifikasi teknik atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.


Standarisasi adalah proses merumuskan, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar, yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan semua pihak.


Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dan berlaku secara nasional.


Akreditasi adalah rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), yang menyatakan bahwa suatu lembaga/laboratorium telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan sertifikasi tertentu.


Sertifikasi adalah rangkaian kegiatan penerbitan sertifikat terhadap barang dan atau jasa.


Sertifikat adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh lembaga/laboratorium yang telah diakreditasi untuk menyatakan bahwa barang, jasa, proses, sistem atau personel telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.


Tanda SNI adalah tanda sertifikasi yang dibubuhkan pada barang kemasan atau label yang menyatakan telah terpenuhinya persyaratan Standar Nasional Indonesia.


Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.


Jasa adalah setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi masyarakat untuk dimanfaatkan oleh konsumen. 


Sistem Standardisasi Nasional (SSN) adalah tatanan jaringan sarana dan kegiatan standardisasi yang serasi, selaras dan terpadu serta berwawasan nasional, yang meliputi penelitian dan pengembangan standardisasi, perumusan standar, penetapan standar, pemberlakuan standar, penerapan standar, akreditasi, sertifikasi, metrologi, pembinaan dan pengawasan standardisasi, kerjasama, informasi dan dokumentasi, pemasyarakatan dan pendidikan dan pelatihan standardisasi.


Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah Badan yang membantu Presiden dalam menyelenggarakan pengembangan dan pembinaan dibidang standardisasi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.  



Ruang lingkup standardisasi nasional 
mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan metrologi teknik, standar, pengujian dan mutu.


Tujuan Standardisasi Nasional : 
  1. Meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya baik untuk keselamatan, keamanan, kesehatan maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup;
  2. Membantu kelancaran perdagangan;
  3. Mewujudkan persaingan usaha yang sehat dalam perdagangan.

Kalibrasi dan Tera

KALIBRASI dan TERA


Kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of Internasional Metrology (VIM) adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dan atau bahan ukur dengan cara membandingkan dengan standar ukur yang mampu telusur ke standar nasional untuk satuan ukuran dan atau standar internasional.

Tujuan Kalibrasi untuk mencapai ketelusuran pengukuran dimana hasil pengukuran dapat ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi atau teliti (standar primer nasional dan atau internasional), melalui rangkaian perbandingan yang tidak terputus.


Manfaat Kalibrasi

  • Dapat diketahui seberapa jauh perbedaan atau penyimpangan antara harga benar dengan harga yang ditunjukan oleh alat ukur.
  • Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.

Prinsip Dasar Kalibrasi
  1. Obyek ukur.
  2. Standar ukur (alat standar kalibrasi, prosedur atau metode standar) mengacu ke standar kalibrasi internasional atau prosedur yang dikembangkan sendiri oleh Lab yang sudah teruji.
  3. Operator atau Teknisi (dipersyaratkan operator atau teknisi yang mempunyai kemampuan teknis kalibrasi atau bersertifikat).
  4. Lingkungan yang dikondisikan (suhu dan kelembaban selalu dikontrol, gangguan faktor lingkungan luar selalu diminimalkan, sumber ketidakpastian pengukuran).


Tera adalah kegiatan yang dilakukan oleh instansi pelayanan metrologi legal yang mempunyai tujuan untuk memastikan dan memberikan konfirmasi bahwa peralatan atau standar tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh regulasi metrologi legal, Tera mencakup pemeriksaan dan pembubuhan tanda tera.


Menera ialah hal menandai dengan tanda tera sah atau batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) yang belum dipakai.


Pengujian adalah keseluruhan tindakan sesudah UTTP lulus dalam pemeriksaan berupa membandingkan penunjukannya dengan standar yang dilakukan oleh pegawai yang berhak menera atau menera ulang, agar dapat diketahui apakah sifat-sifat ukur UTTP tersebut lebih besar, sama, atau lebih kecil dari batas kesalahan yang diijinkan (BKD).


Keberterimaan Hasil Tera atau Tera Ulang
yang perlu diperhatikan :
  1. Tenaga penguji.
  2. Standar satuan ukuran.
  3. Pengelolaan laboratorium.
  4. Metode pengujian.
  5. Pembubuhan tanda tera.
  6. Sertifikasi atau surat KHP.

Jumat, 08 Februari 2019

Satuan Dasar (SI)

Satuan Dasar dalam 

Sistem Satuan Internasional (SI)


Besaran pokok : Kuat Arus Listrik
Simbol satuan ampere (A)
Simbol dimensi [I]
Definisi ampere : Suatu arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negatif, sedemikian sehingga di antara dua penghantar lurus dengan panjang tak terhingga, dengan penampang yang dapat diabaikan, dan ditempatkan terpisah dengan jarak satu meter dalam vakum, menghasilkan gaya sebesar 2x10^-7 newton per meter. (Definisi CGPM ke-9, tahun 1948)

Besaran pokok : Jumlah Zat
Simbol satuan mole (mol) 
Simbol dimensi [N]
Definisi mole : Kuantitas zat dalam susunan yang terdiri dari zat-zat pokok yang sama kuantitasnya dengan jumlah atom di dalam 0,0012 kilogram karbon 12 (C12). (Definisi CGPM ke-14, tahun 1971, Resolusi No.3)

Besaran pokok : Intensitas Cahaya
Simbol satuan kandela (cd) 
Simbol dimensi [J]
Definisi kandela : Kuat cahaya yang ada pada arah tertentu dari suatu sumber yang memancarkan radiasi sinar monochromatic dengan frekuensi 540x10^12 hertz dan mempunyai intensitas pancaran pada arah tersebut sebesar 1 per 683 watt per steradian. (Definisi CGPM ke-16, tahun 1979, Resolusi No.3)

Besaran pokok : Suhu
Simbol satuan kelvin (K) 
Simbol dimensi [O]
Definisi kelvin : Skala suhu termodinamika yang sama dengan 1 per 273,16 dari suhu termodinamika dari titik triple air. (Definisi CGPM ke-13, tahun 1967, Resolusi No.3)

Besaran pokok : Waktu
Simbol satuan sekon (s) 
Simbol dimensi [T]
Definisi sekon : Durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua level yang sangat halus dari kondisi dasar atom cesium-133 pada suhu nol kelvin. (Definisi CGPM ke-13, tahun 1967, Resolusi No.1)

Besaran pokok : Massa
Simbol satuan kilogram (kg) 
Simbol dimensi [M]
Definisi kilogram : Massa dari International Prototype of Kilogram yang terbuat dari Platina Iridium yang disimpan di BIPM. (Definisi CGPM ke-1, tahun 1889) *Sebelum ada perubahan, definisi sekarang menggunakan konstanta Planck (CGPM, 2018)

Besaran pokok : Panjang
Simbol satuan meter (m) 
Simbol dimensi [L]
Definisi meter : Jarak yang ditempuh seberkas cahaya di ruang hampa (vakum) selama 1 per 299.792.458 detik. (Definisi ke-3, CGPM ke-17, tahun 1983, Resolusi No.1)

Minggu, 06 Januari 2019

Akurasi dan Presisi

AKURASI Atau PRESISI


Apa perbedaan akurasi dan presisi?
Berikut ini merupakan pengertian akurasi dan presisi menurut KBBI.
Akurasi : kecermatan; ketelitian; ketepatan.
Presisi : ketepatan; ketelitian.

Lalu bagaimana cara kita membedakan mana yang akurasi dan mana yang presisi?
Nah, disini penulis akan memberikan contoh gambar dan kalimat pendukung supaya pembaca menjadi paham kapan menggunakan kata akurasi maupun presisi. 

Akurat dan presisi

Akurat tapi kurang presisi

Tidak akurat tapi presisi

Tidak akurat dan tidak presisi

AKURASI adalah tingkat kedekatan dari suatu hasil pengukuran terhadap nilai sebenarnya.

PRESISI adalah suatu keadaan dimana didapatkan nilai yang sama dalam beberapa kali pengukuran.

Contoh kalimat:
  • Pemain panahan itu memiliki tingkat akurasi yang tinggi karena, bidikannya selalu mengenai target.
  • Timbangan yang biasa kamu gunakan untuk berdagang sepertinya sudah rusak karena, aku sudah lima kali mencoba menimbang dengan anak timbangan yang mempunyai massa 1kg namun timbangan kamu selalu menunjukkan nilai 1,2kg. Walaupun timbangan kamu pengukurannya presisi namun mempunyai akurasi yang buruk.



Senin, 29 Oktober 2018

Metrologi atau Meteorologi?

Metrologi atau Meteorologi?


Selama ini, masih banyak yang belum tau apa itu metrologi. Apakah metrologi dan meteorologi itu sama? Nah, dalam artikel ini kurang lebihnya akan membahas apa itu metrologi dan apa itu meteorologi, yang pasti keduanya memiliki pengertian yang berbeda ya. Nah mari kita mulai :D

Metrologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, akurasi, kalibrasi, tera/tera ulang. Metrologi sendiri dibagi menjadi tiga yaitu:
  1. Metrologi Legal : Berkaitan dengan pengukuran yang bertujuan untuk transaksi, jadi peran metrologi disini yaitu untuk memastikan bahwa setiap alat ukur yang digunakan untuk transaksi itu SAH untuk digunakan dan juga untuk melindungi konsumen dari kecurangan yang bersumber dari alat ukur itu sendiri. 
  2. Metrologi Industri : Bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengukuran dan alat-alat ukur di industri berfungsi dengan akurasi yang memadai, baik dalam proses persiapan, produksi, maupun pengujiannya. Jadi, peran metrologi disini lebih untuk memastikan bahwa alat ukur yang digunakan dalam kondisi yang baik untuk menciptakan produk-produk industri yang berkualitas.
  3. Metrologi Ilmiah : Berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan standar-standar pengukuran dan pemeliharaannya.
Berikut ini merupakan beberapa program studi metrologi yang ada di Indonesia:
  • D-III Metrologi dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • D-III Metrologi dan Instrumentasi Universitas Sumatera Utara (USU)
  • Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet)
  • S-1 Fisika Metrologi, Elektronika, dan Instrumentasi (Fisika Melins) Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari bumi beserta gejala-gejalanya, terkait dengan komponen-komponen yang terkandung di dalamnya, terutama gas dan udara. Studi di bidang ini telah dilakukan selama ribuan tahun meski kemajuan yang signifikan baru terjadi pada abad ke-18. Pada abad ke-19, gebrakan besar terjadi setelah pengamatan terkoordinasi yang dilakukan lintas negara. Setelah pengembangan komputer di pertengahan abad ke-20, peramalan cuaca dapat dilakukan. Sederhananya meteorologi adalah ilmu cuaca.

Fenomena meteorologi adalah aktivitas cuaca yang dapat diamati dan dijelaskan dengan ilmu meteorologi. Akivitas tersebut terikat dengan variable yang ada di atmosfer bumi, seperti temperatur, tekanan udara, uap air, dan gradien interaksi setiap variabel serta bagaimana mereka berubah seiring dengan waktu. Perbedaan spasial dipelajari untuk menentukan bagaimana sistem cuaca terbentuk secara lokal, regional, dan global serta dampaknya.
Hasil gambar untuk bmkg
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) merupakan lembaga pemerintah non departemen yang dipimpin oleh seorang kepala badan, BMKG sendiri menyajikan berbagai informasi prakiraan cuaca, maritim, penerbangan, iklim, kualitas udara, gempabumi, dan tsunami.

Berikut ini merupakan beberapa program studi meteorologi yang ada di Indonesia:
  • D-IV Meteorologi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
  • S-1 Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • S-1 Meteorologi Terapan Institut Pertanian Bogor (IPB)
Apabila terdapat salah-salah kata mohon dimaafkan. Terima kasih :)